30.8 C
Provinsi Papua
4 Juni 2023
Uncategorized

Tiga Orang Disidik dalam Kasus Obat Palsu Trihexyphenidyl dan Dekstrometorfan Yang Capai Ribuan Tablet

TIMIKA, (liputanpapua.id) – Loka POM Mimika memproses tiga orang pelaku dalam kasus peredaran obat palsu. Dua orang sebelumnya ditangkap pada 28 Maret dan satu lainnya diamankan pada 6 April.

Kepala Loka POM Mimika, Lukas Dosonugroho SSi Apt, Kamis (7/4/2022) menjelaskan penangkapan didasarkan dari informasi intelejen BPOM Pusat. Informasinya, diketahui ada sejumlah obat palsu yang hendak diedarkan di Kabupaten Mimika.

“Kode obatnya namanya LL atau trihexyphenidyl. Dan satu orang itu dalam kasus dekstrometorfan,” ujarnya.

Dalam penangkapan, pihaknya bekerjasama dengan Polres Mimika untuk melakukan penangkapan. Sedangkan Loka POM yang akan memproses penyidikan kasusnya.

“Jumlah obat yang kami dapatkan untuk trihexyphenidyl itu 1000 tablet,” ungkap Lukas.

“Untuk jumlah dekstrometorfan itu jumlahnya sekitar 2000 tablet. Sekarang kami sedang proses di Polres Mimika di Satuan Reserse Kriminal,” sebutnya.

Lukas mengulang bahwa penangkapan dilakukan kepada para pelaku karena obat yang hendak diedarkan itu adalah obat palsu. Disebutnya obat-obatan itu didatangkan dari Jakarta.

“Kalau yang pelaku dalam kasus dekstrometorfan itu ngakunya (obat) didatangkan dari Lampung. Tetapi mungkin ada timnya di Jakarta,” katanya.

Lukas menyebut obat-obatan itu rencananya akan dipasarkan kepada anak-anak muda dengan tujuan untuk memabukkan.

“Untuk saat ini ketiganya ditahan di Polres Mimika,” jelasnya.

Obat-obatan itu disebut Lukas dijual per butirnya seharga Rp 15 Ribu. Sedangkan dalam paketan berisi 12 obat, minimal dijual seharga Rp 50 Ribu.

“Untungnya ini belum beredar sampai ke sarana pelayanan resmi,” tutupnya. (Rachmat Julaini)

Baca Juga :  Loka POM Sita Ribuan Produk Ilegal Mengandung Bahan Berbahaya

Liputan Berita Terkait